Wednesday, 25 January 2012

PROFESI PUSTAKAWAN “Bagai Tamu Di Rumah Sendiri” Oleh : Itmamudin, SS



Pustakawan dan perpustakaan merupakan sesuatu yang tak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada  perpustakaan, maka idealnya disitu juga harus ada pustakawan. Namun pada kenyataanya, banyak sekali perpustakaan yang di dalamnya tidak ada pustakawan. Sehingga perpustakaan tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Bagi kebanyakan orang, profesi pustakawan merupakan profesi yang belum terlalu diperhitungkan, karena kebanyakan mereka menilai sebuah profesi diukur dengan penilaian terhadap materi. Sementara perhatian pemerintah sendiri untuk pustakawan saat ini juga belum seperti perhatiannya kepada profesi yang lain misalnya profesi dokter, hakim, jaksa dan profesi lainya.

Wednesday, 18 January 2012

KOMUNIKASI ASERTIF, Langkah Nyata Peningkatan Mutu Layanan

Oleh : Itmamuddin S.S
Ada sebuah percakapan dari seorang pengunjung dengan petugas di bagian layanan legalisasi ijasah, sebut saja si A berkata “Bu saya mau legalisir” si petugas menjawab “ya silahkan, isi dulu blangko ini ya!kalau sudah silahkan anda tunggu di sana, bisa sambil baca koran!nanti kalau sudah selesai anda akan saya panggil” si A menjawab “terimakasih bu” si petugas menjawab “sama-sama”

Dari percakapan tadi jelas terlihat bahwa terjadi komunikasi yang sangat baik antar keduanya, terasa saling menghormati dan menghargai. Komunikasi semacam ini merupakan bentuk komunikasi yang sangat didambakan oleh para pengunjung. Namun sudahkah di tempat kerja kita komunikasi semacam ini diterapkan?pertanyaan ini sangat menggelitik penulis untuk menyampaikan berbagai keluhan yang sering penulis dengar baik secara langsung maupun tidak langsung dari pengunjung di lembaga kita. Sebagai bagian dari lembaga ini penulis merasa perlu menyampaikan ini sebagai rasa tanggung jawab penulis untuk kemajuan lembaga ini. Di semua lini dan bagian dilembaga ini seringkali terjadi komunikasi yang tidak assertive. Seringkali kita dengar pengunjung marah-marah dengan petugas dan sebaliknya petugas marah-marah dengan pengunjung, bahkan pernah hampir saja terjadi adu jotos antara petugas dengan pengunjung. Hal ini sangat memalukan lembaga kita yang merupakan salah satu lembaga akademis dan menghasilkan para akademisi dan praktisi yang berbasis keislaman. Jika hal ini dibiarkan terus menerus tanpa ada upaya kea rah perubahan, penulis khawatir image atau kesan pengunjung terhadap pelayanan kita akan menurun

Thursday, 5 January 2012

PENDIDIKAN PEMUSTAKA SANGAT PENTING BAGI SISWA, GURU DAN PUSTAKAWAN

Keberadaan perpustakaan pada suatu lembaga pendidikan mutlak harus ada dan sangat diperlukan. Begitu pentingnya peranan perpustakaan bagi kemajuan sebuah lembaga pendidikan, sehingga sebagian orang mengatakan bahwa perpustakaan sebagai jantungnya pendidikan atau sekolah.Hal tersebut dilandasi dengan fungsi perpustakaan yang berupaya memberikan dan melengkapi fasilitas membaca untuk kepentingan pendidikan, rekreatif dan penelitian. Melalui kegiatan perpustakaan yang meliputi kegiatan mengadakan dan mengumpulkan, mengolah, dan melestarikan, dan menyebarluaskan informasi sesuai dengan kurikulum, hal ini dilakukan dengan harapan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah dan meningkatkan mutu lulusan sekolah.

Thursday, 22 December 2011

MEMBANGUN PERPUSTAKAAN MADRASAH DENGAN SLIMS (SENAYAN LIBRARY INFORMASI MANAJEMEN SYSTEM)




Perpustakaan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, bahkan karena pentingnya keberadaan perpustakaan bagi lembaga pendidikan sebagian orang mengatakan bahwa perpustakaan merupakan jantungnya lembaga pendidikan. Ini berarti bahwa lembaga pendidikan seperti halnya sekolah atau madrasah jika tidak memiliki perpustakaan, maka ‘tidak akan hidup’ atau tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan maksimal. Ibarat manusia tidak ada jantung maka tidak akan hidup.
Perpustakaan merupakan jantung sebuah lembaga pendidikan didasarkan pada suatu teori yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan sebenarnya hanya memfasilitasi dan mengkondisikan serta memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar, bukan sepenuhnya melakukan pengajaran terhadap anak didik, karena jika melakukan pengajaran sangat terbatas pada kemampuan yang dimiliki. Hal ini berbeda ketika konsep pendidikanya adalah dengan memberikan pengajaran dikelas sekaligus memberikan fasilitas terhadap anak didik untuk belajar, maka anak didik dapat belajar sendiri dan mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Salah satu fasilitas atau media yang harus ada adalah sumber belajar diantaranya adalah perpustakaan. Idealnya perpustakaan harus dikelola dengan baik agar peserta didik menjadi betah untuk berlama-lama di perpustakaan. Namun kondisi saat ini masih jauh dari harapan, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan para pengelola perpustakaan dan juga para stakeholder yang ada di sekolah tentang perpustakaan, ditambah dengan tidak adanya tenaga pengelola yang tetap dan memiliki basic tentang ilmu perpustakaan, sehingga beberapa perpustakaan saat ini belum dikelola dengan baik dan belum layak menjadi sumber belajar bagi anak didik.
Pada tulisan ini penulis ingin memberikan solusi yang barangkali dapat menjadi alternative dalam membangun perpustakaan, yaitu dimulai dengan membangun sebuah sistem informasi perpustakaan, misalnya dengan SLIMS (senayan library information manajemen system). SLIMS merupakan salah satu software otomasi perpustakaan yang saat ini sedang ramai digunakan oleh beberapa perpustakaan sekolah dan juga perpustakaan perguruan tinggi.